waktu bilang

image

Posted from WordPress for Android

Buku

image

Hujan pun tiba, sesaat setelah keindahan senja
Aku segera saja membaca buku jenaka
Dari pada hujan membasahi tubuhku
Bukannya aku takut sakit,
Setidaknya aku tidak memikirkan kapan hujan reda
Karena pikiranku asik dibahagiakan oleh buku
-gie senjaya 2016

Posted from WordPress for Android

Kerudung Jingga

 

Kerudung jingga, Kau buat aku menangis

Senyumku kini tersendu-sendu sesal

Hatiku di penuhi kata maaf untukmu

Maafkan aku, engkau sebaik-baiknya wanitaku

 

Kerudung jingga, kau buat aku menangis

Kebaikanmu tak pernah aku jumpa sebelumnya

Kau bagai embun pagi yang selalu menyejukanku

Sesungguhnya kau adalah wanita impianku

 

Kerudung jingga, Tapi aku belum pantas

Aku pergi perbaiki diriku untuk bisa bersamamu

Biarkan aku menagisi diriku, biarkan aku

Jika aku yang terbaik, tuhan kembalikan kamu padaku

 

 

disini ada sebuah penantian

Kita bercengkrama hanya seperti waktu senja
Namun ronamu selalu tersimpan untuk aku jaga
Aku tak ingin beranjak dari waktu ini yang tuhan cipta
Karena senyummu layaknya khiasan langit tentramkan jiwa

Disini, aku ingin mengajakmu menari saat hujan tiba
Aku ingin nyatakan cinta saat hujan reda
Aku ingin jadikan pelangi sebagai simbol cinta
Namun pelangi tak kunjung tiba

Bulu(bencana udara lekas upaya)

Burung engkau tidak sendu
Menatap langit kelabu
Siagakan sayap merayu
Untuk tinggi capai menuju

Terbang riang  tak curigai
Hembus angin marah menyakiti
Biru tua laut menyambangi
Terhempas bulu  itu,ia usai

Bulu jatuh liar kedalam
Karam, bulu lain bulu sedarah menyelam
Dalam, jadi gelap bukan suram
Luas, Tak ada arti jadi kelam

Bulu lain bulu sedarah menangisi
Angin pagi belum memberi kembali
Harap,Mentari  menyulut bulu hati
Pancaran mentari  masih dinanti
Bulu lain bulu sedarah sadari
Adalah perihal menakdiri

Ego aku melawan aku ego

Tuhan dia siapa
Mengapa hamba lekat dengan dia
Hendakku pasti di teriakinya
Terang melanda orang tersilauinya

Terguncang aku tersuntik
Sejatinya pembuat hardik
Meninggi seruan tersungging licik
Aku angkuh orang berbisik

Dia bukan pengair suciku
Cemari untaian waktu
Tuhan,Ramai-ramai denganku
Jalanku, airmu berseru
Puas sudah sungai membiru

Caraku kuasamu berlunas
Ia terpatuh bagai kertas
Tangan pintar melepas kertas
Tak pantas sebaliknya mengemas

aku ego,pembuat kritik api nyala
ego aku, melawan aku ego bicara
aku ego,penyanjung parah lara
Ego aku, melawan aku ego menyala
Pemeluk tuhan tundukan ia

Resolusi

2015?
Aku mulai bersinar, aku mulai berpijar.
Aku mulai menulis resolusi untuk hidupku
Aku bersyukur kepada tuhan atas izinnya
Berpijak ditanah untuk menunaikan harapan.

Aku arungi waktu baru yang baru 11 jam
Aku muntahkan semua isi kesakitan
Nuansa baru menantiku aku siap mencari
Aku tidak akan takut melawan kecewa

Penyiksa?
Lihat saja telingamu tanpa bantuan
Jilat saja pantatmu dengan liar
Kamu hanya sandungan hidup
Rasa syukur dan ikhlas yang aku cari

Mencari Jati Diri

Tag

, , , , , , , ,

Kepercayaaanku terhadap tuhan

Membawaku menyelusuri pedoman

Kotor tanganku tidak akan dia masalahkan

Selagi aku meminta cahayanya

Sang pencipta menghangatkan aku dengan cahayanya

Kehangatan itu menusuk relung hati

Kucari jati diri yang menghilang

Berharap demikian berarti

Langkah pasti, mata mencari, tangan meraba

Nuansa hening mencari arti

Benar, itu adalah jati diriku

Aku peluk erat dan aku rasakan masa depan

Kepercayaan aku padanya telah menjadi cahaya

Menghalau hanya akan menutup jalan cahaya

Berbalik hanya akan membuat aku kembali lelah

Biarkan aku menjaganya dari jauh

aku tidak akan gontai dalam arti lelah